Kamis, 23 April 2009
With Becak, Race Around the Asean
Age range of 50 years and above. As the classic saying goes, old old old taro growing increasingly jadu. Age it is quite aging Nano does not make people go out of date. With the stock disandangnya academic and English language ability is decent, humorous man whose full name Drs. Luckily Nano Firmansyahini, bet in the competition to be number one for the disabled who can surround Indonesia and ASEAN.



Competition that may sound weird most people are held by Rehablitasi Solo (RS), an NGO funding for the note and special berkpribadian. As stated Nano, this competition to find the best person to choose to surround Indonesia and ASEAN. This competition, continued Nano, in follow as many people with disabilities 9 feet, and then only choose one best nominee. Requirements, minimal formal education and speak English.

Nano when asked about the existence of Rehabilitation Solo this contest did not specify clearly what is in the hospital mean, he only said briefly, RS (Rehabilitation Solo). Is Nano intend to call Dr RSO. Soepomo, Orthopedic Services Hospitals and Medical Rehabilitation in Solo, we can not ensure. However, Nano clearly says Solo. The following interview excerpt:

Naik apa Pak?
Naik Bis

Naik Bis?maksud Bapak?
Saya naik bis, Bismillahahirrahmanirrahim, saya dalam rangka keliling Indonesia dan ASEAN (sambil memperlihatkan beberapa surat keterangan dari tempat tempat mana saja yang Ia sudah singgahi)

Dengan menggunakan kursi roda seperti ini?
Iya, kursi roda ini sudah ganti Ban sebanyak enam kali.

Rute perjalanannya kemana saja Pak?
Ini baru dari Purbalingga. Setelah di Jakarta ini, saya akan melanjutkan ke Merak.

Dengan kursi roda ini Bapak yakin akan bisa keliling Indonesia dan ASEAN?
Ini baru kompetisi. Kami ada 9 orang. Nanti akan dipilih satu diantara kami yang paling layak untuk prosesi selanjutnya. Makanya persyaratannya minimal bisa paham bahasa Inggris karena akan keluar. Mau ngomong apa nanti kalo di luar kalau tidak
bisa bahasa Ingris.

Jadi, peserta yang ikut ini jago jago bahasa Inggrisnya?
Jelas, inikan programnya keliling ASEAN. Kalo gak bisa bahasa Inggris kan kacau nanti di negara luar sana.

Termasuk Bapak juga, tentunya?
Iya sedikit sedikit.

Sudah berapa lama perjalannya?

Sudah enam bulan dan sudah enam kali juga ganti ban.

Siapa yang mengadakan kompetisi ini?
Rehabilitasi Solo (RS), RS ini adalah lembaga penyandang dana cacat di Solo. RS memiliki lembaga pendidikan formal. Saya sendiri lulusan disana dibidang Ekonomi.

Kakinya bisa dipakai jalan?
Yo bisalah, wong saya punya istri, punya anak. Kedua kaki saya seperti ini karena polio sejak kecil sehingga mengecil begini (mengangkat celananya agak ketas memperlihatkan kakinya).

Bagaimana kalau misalnya Bapak kemalaman di perjalanan, nginapnya dimana?
Bukan nginap, tapi menjalankan amanah. Ya, biasanya nginap di rumah rumah warga. Itupun saya juga harus minta surat keterangan kepada tuan rumah dimana saya menginap untuk laporan nanti. Intinya, saya menjalankan amanah saja

Amanah, maksudnya?
Ini kan diseleksi, jadi saya harus melaporkan semua apa yang saya jalani dan saya kerjakan, termasuk ketika saya menginap dirumah warga, itu semua harus ada keterangannya.

Istri dan anak anak Bapak ditinggal atau bagaimana?

Bukan ditinggal, kurang tepat bahasanya itu. Tapi saya dikasih restu sama mereka. Kalau kata ditinggal kan konotasinya agak kurang enak kedengarannya. Nanti seperti ditinggal pergi, ditinggal mati, dan lain lain. Jadi, saya tidak meninggalkan istri dan anak tapi saya direstui oleh mereka

Apa tidak melepuh tangan Bapak tanpa kaos tangan dengan perjalanan yang ditempuh sangat jauh ini?

Gak papa, biasa aja. Kalo pake kaos tangan malah gak cakram...hahaha...

Setelah wawancara singkat ini dilakukan, Pak Nano berpamitan untuk melanjutkan perjalanan setelah diberi beberapa lembar rupiah . Setiap tempat yang disinggahi, Nano selalu minta surat keterangan sebagai bukti bahwa Ia sudah menginjak daerah itu. Seperti yang diperlihatkan kepada wartawan kami, Nano sudah mampir ke kantor DPW Partai Bulan Bintang Jakarta Timur, Kimia Farma Jaktim, dan masih banyak tempat tempat yang lain. Nano meninggalkan kerumunan yang tidak terlau banyak jumlahnya itu sembari mengucapkan, Thank You Thank You dengan senyum sumringah.

Semoga Pak Nano bisa menggapai cita citanya untuk keliling ASEAN meski tampak disana dini ada ketidakberesan yang kemudian memantik kecurigaan. semoga saja perkiraan ini salah.

Ket: Nama koran hanya iseng. Gambar sekedar ilustrasi, di pinjam disini

Label: ,

posted by Ainuddin Chalik @ 9:00:00 AM  
0 Comments:

Posting Komentar

<< Home
 
 
Advertisement
Archives
Archives
Sidebar Section

Links
Free Blogger Templates